Bekerja di Bukopin Syariah, Ini Prinsip Sukses Alumni Ekonomi Syariah UG
Cerita Alumni

EksyarUG – Ahmad Maulana atau yang akrab dipanggil Maul adalah alumni dari Prodi Ekonomi Syariah Universitas Gunadarma. Maul merupakan mahasiswa Ekonomi Syariah UG angkatan 2018 dan menjadi alumni Ekonomi Syariah UG pada tahun 2022.
Maul merupakan mahasiswa Beasiswa Penuh Ekonomi Syariah Universitas Gunadarma yang aktif dalam berorganisasi semasa kuliah, diantaranya Sharia Economic Forum banyak ikut andil dalam kompetisi ekonomi syariah dan ia juga pernah dipercaya menjadi MC wisuda Gunadarma.
Menurut Maul selama berkuliah di Ekonomi Syariah UG ia banyak mendapatkan keilmuan tentang halal haramnya dalam bertransaksi dan lain-lain. Selain itu ia mendapat kesempatan untuk bisa berkontribusi secara langsung pada kampus melalui pengabdian di Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Gunadarma dengan melakukan pengelolaan, penyaluran dan pemberdayaan medianya hingga akhir tahun 2022.
Belum lama menjadi alumni, Maul telah banyak mendapatkan pengalaman, diantaranya bekerja menjadi freelancer selama 6 bulan di bidang event organizer di Ruang Seminar bagian dari PT. Sarijan Internasional Digital School and Training Indonesia (PT. SIDSTI). Pada Maret 2023, ia pun mengikuti part time menjadi ZISWAF Consultant di ZIS Indosat. Sampai akhirnya ia berkarier di Islamic Bank yaitu KB Bukopin Syariah. Saat ini ia bekerja sebagai staf Group Head Bisnis Pendanaan di kantor pusat KB Bukopin Syariah, Salemba.
“Alhamdulillah di pekerjaan sekarang mempunyai linearitas dengan keilmuan semasa kuliah”, tuturnya.
“Sangat banyak bekal yang saya peroleh di bangku kuliah saat S1 Ekonomi Syariah Universitas Gunadarma”, ujar Maul saat diwawancara reporter eksyar. Menurutnya pengalaman saat kuliah sangat berharga ketika menjadi alumni. Ikhwan kelahiran Kuningan ini memegang “prinsip
jika orang lain bisa berarti kita bisa”, tegasnya.
Maul memberikan pesan dan kesan kepada juniornya, bahwa selama menjadi mahasiswa harus sudah melakukan persiapan dan kesadaran bahwa belajar tak hanya di dalam kelas saja. “Teruslah mencari pengalaman dari hal yang diminati sambil mencari tahu apa yang menjadi passionnya. Kita harus mulai membuat dan mempersiapkan portofolio diri yang baik sejak awal kuliah agar bisa melihat sejauh mana kita dalam
mengasah kemampuan dan pengalaman,” katanya.
Kompetensi bisa dicari lewat kursus sertifikasi yang diadakan internal atau eksternal kampus untuk menunjang keahlian diri. Misalnya kursus pasar modal syariah, akuntansi syariah, bahasa Inggris atau lainnya sesuai minat. Saat sudah mulai bekerja pun ia pun harus menambah kompetensi misalnya kompetensi sertifikasi perencanaan keuangan syariah yang dikenal dengan Accociate Wealth Planner (AWP). “Banyak cara menambah kompetensi misalnya dengan magang, ikut perlombaan, menjadi volunteer dan sebagainya. Apalagi sekarang ada Program Kampus Merdeka Belajar,” ujarnya.
Tidak hanya pesan untuk junior, Maul pun menebar spirit kepada sesama alumni, harus percaya diri meski berasal dari lulusan kampus swasta. “Lulusan UG sendiri mampu bersaing dengan lulusan kampus lainnya dan sangat diperhitungkan. Saya sendiri melihat banyak sekali lulusan Gunadarma yang sudah sukses dan berkarier cerah sesuai dengan bidangnya masing-masing. Ini menjadi bukti kita bisa menunjukkan prestasi dan kompetensi di lingkungan profesional, khususnya bidang ekonomi syariah berbasis IT,” tutupnya.(AA/MO)