Prof. Iwan Jaya Azis: Turunkan Bunga dan Pajak

Pernyataan tersebut muncul pada saat Prof. Iwan Jaya Azis menjawab pertanyaan peserta workshop manajemen risiko perasuransian di sebuah hotel pada tanggal 23 November 2015. Prof. Iwan didapuk menjadi pembicara utama pada workshop yang diselenggarakan oleh Dewan Asuransi Indonesia (DAI) dan Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI). Peserta workshopnya adalah direksi dan komisaris perusahaan asuransi di Indonesia.

Presentasi Prof. Iwan Jaya Azis

Presentasi Prof. Iwan Jaya Azis

Topik materi yang dibawakan Prof. Iwan adalah Risiko Keuangan Global yang  mungkin akan dihadapi industri asuransi di Indonesia. Prof. Iwan memulai paparannya dengan kilas balik krisis finansial global yang terjadi mulai tahun 2008. Pasca krisis tersebut, keterhubungan antar lembaga keuangan semakin tinggi. Di tingkat negara, aliran dana antar negara pun makin meningkat, khususnya dana dari negara maju yang mencari peluang investasi di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Prof. Iwan pun mulai menyoroti kondisi pasar modal di Indonesia yang ditandai dengan derasnya dana luar negeri yang masuk ke Indonesia, namun sayangnya dana tersebut berupa dana yang sewaktu-waktu bisa ditarik atau bersifat volatile. Kepemilikan asing terhadap instrumen pasar keuangan di Indonesia tersebut tentu mengandung risiko karena porsinya relatif besar dibandingkan kepemilikan oleh investor dalam negeri.

Singkat kata, keuangan global mengandung risiko bukan hanya bagi perusahaan asuransi saja, namun juga bagi perekonomian nasional yang sempat gonjang ganjing dengan penurunan nilai tukar rupiah.

Nah pada saat berbicara mengenai kondisi perekonomian Indonesia itulah ada peserta yang menanyalan apa yang sebaiknya dilakukan oleh pemerintah. Pertanyaan tersebut muncul di akhir acara sehingga jawaban singkat dari Prof. Iwan tidak menjelaskan lebih detail tentang penurunan tingkat bunga dan penurunan pajak, yang secara filosofis merupakan uang rakyat yang dititipkan ke pemerintah. Sebenarnya secara teoritis, penurunan tingkat bunga dan pajak tersebut bisa meningkatkan iklim investasi karena biaya dana yang murah, dan juga mendorong peningkatan pendapatan dan konsumsi domestik. Ujung-ujungnya konsumsi domestik dari penduduk Indonesia yang jumlahnya besar dapat menggerakkan perekonomian nasional, bahkan bisa jadi juru selamat bagi perekonomian nasional.

Post Your Thoughts


tujuh × = 56