Globalisasi

Menurut OECD pada tahun 2005, istilah globalisasi secara luas digunakan untuk menggambarkan peningkatan internasionalsiasi pasar barang dan jasa, sistem keuangan, perusahan dan industri, teknologi, serta persaingan. Faktor pendorong utama yang memberikan kontribusi penting dalam proses globalisasi yaitu: (1) liberalisasi pergerakan modal dan deregulasi jasa keuangan; (2) semakin terbukanya pasar terhadap perdagangan dan investasi yang memacu peningkatan persaingan international; serta (3) Peran vital dari Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam perekonomian. Sedangkan menurut Drahos dan Braithwaite (2001), globalisasi mengacu ke paling sedikit tiga proses yang berbeda, yaitu: (1) globalisasi perusahaan, (2) globalisasi pasar, dan (3) globalisasi regulasi.

Sektor yang paling jelas terkena fenomena globalisasi adalah sektor keuangan. Aliran keuangan antar bank yang melewati batas Negara serta investasi pada obligasi meningkat sangat dramatis di era globalisasi. Namun globalisasi bukan hanya sebatas integrasi dan interkoneksi keuangan semata. Hal ini sesuai dengan definisi globalisasi menurut Henrik Holm dan Georg Sùrensen yang dikutip oleh Drahos dan Braithwaite (2001), yaitu globalisasi sebagai intensifikasi ekonomi, politik, sosial, dan budaya melewati batas-batas negara. Menurut Drahos (2014), globalisasi standar regulasi akan mengakhiri hambatan integrasi pasar nasional.

IMG_6652

Post Your Thoughts


1 × lima =